Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Tuesday, November 29, 2011

MENERAPKAN PERAN DAN TUGAS BIDAN DALAM PHC UNTUK KESEHATAN WANITA



MENERAPKAN PERAN DAN TUGAS BIDAN DALAM PHC UNTUK KESEHATAN WANITA YANG MENEKANKAN PADA ASPEK PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PROMOSI KESEHATAN



1.      Asuhan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Defenisi Remaja
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.  Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja. 
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity. DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa.
Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implicit melalui pengertian masa remaja (adolescence).
Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.

Definisi Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja 
a.       Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek tumbuh kembang remaja)
b.      Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasanganya
c.       Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi
d.      Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
e.       Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
f.       Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
g.      Mengambangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal-hal yang bersifat negative
h.      Hak-hak reproduksi
i.        Manakala tubuh juga mengalami transisi, maka pada masa seperti ini, remaja sangat perlu untuk benar-benar memperhatikan kondisi tubuh terutama organ reproduksi yang banyak berkembang dalam fase ini.
j.        Anak-anak perempuan yang dulu hanya peduli untuk membersihkan organ kewanitaannya begitu saja tanpa ada permasalahan yang lain, pada masa remaja dan pubertas, organ kewanitaan anak gadis mulai mengalami perubahan.
k.      Tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar organ intim juga perlu diperhatikan sehingga kebersihanpun tetap terjaga, terutama setelah buang air kecil maupun buang air besar. Cara mencuci pun harus perlu diperhatikan dimana arah yang sesuai (menjauhi arah kemaluan) lebih disarankan agar bakteri dan kotoran tidak kembali bersarang.
l.        Organ kewanitaan memang patut benar-benar dijaga kebersihannya terutama bagi yang tinggal di negara tropis semcam Indonesia. Produksi keringat membuat daerah tersebut lembab dan merupakan kondisi yang tepat untuk tumbuhnya jamur. Selain itu darah haid dan perubahan hormon juga dapat merubah ekosistem organ kewanitaan.
m.    Bekal pengetahuan seperti ini sangat mendasar dan penting yang nantinya akan sangat berpengaruh pada perkembangan organ kewanitaan pada remaja putri.
n.      Kebersihan organ reproduksi juga harus diperhatikan oleh remaja pria. Beberapa remaja pria tidak harus mengalami pemotongan kulit pembungkus penis pada masa kanak-kanak yang sering dikenal dengan sunatan, nah remaja pria yang memiliki organ intim seperti ini harus tetap rajin membersihan organ intimnya dengan membersihkan daerah di dalam lipatan kulit tersebut, karena apabila bagian di dalam lipatan kulit tidak dibersihkan, potensi untuk tumbuhnya jamur dan hidupnya bakteri-bakteri lain akan sangat besar.
o.      Seringkali karena terburu-buru, para remaja pria juga tidak memperhatikan keadaan sekitar saat mereka beraktivitas. Padahal apabila salah sedikit saja dan organ intim mereka terantuk, terjepit resleting ataupun terkena benda lain dengan cukup keras, organ intim tersebut dapat mengalami cedera, pembengkakan yang akan dapat berakibat fatal dikemudian hari bahkan sampai disfungsi ereksi.
Masalah-Masalah kunci dalam Kesehatan Remaja dan peran bidan
a.        Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan masyarakat terhadap kesehatan reproduksi remaja. 
Masalah reproduksi dan kesehatan seksual remaja merupakan masalah yang kontroversial di banyak kelompok masyarakat sehingga membuat tindakan advokasi dan mendorong munculnya kesadaran akan masalah ini menjadi lebih penting. Upaya-upaya advokasi dapat difokuskan pada membuat perubahan di tingkat lokal, daerah atau nasional dengan menargetkan para stake holder yang mempengaruhi penerimaan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi bagi para remaja. Individu dan organisasi diposisikan dengan baik untuk membentuk persepsi publik dan program dapat dipusatkan dalam memperkuat dukungan untuk pendanaan dan pelaksanaan program yang relevan sehingga meningkatkan kemungkinan suksesnya program.
b.       Komponen-komponen program yang berhasil
Program-program kesehatan reproduksi untuk remaja cenderung akan mencapai keberhasilan maksimal jika program-program tersebut:
-       Secara akurat mengidentifikasi dan memahami kelompok yang akan dilayani.
-       Melibatkan remaja dalam perancangna programnya.
-       Bekerja sama dengan para pemuka masyarakat dan orang tua.
-       Melepaskan hambatan-hambatan kebijakan dan mengubah pra anggapan para pemberi layanan (provider)
-       Membantu remaja melatih keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk menghindari risiko.
-       Menghubungkan informasi dan saran dengan pelayanan
-       Memberikan tokoh panutan (role model) yang membuat perilaku lebih aman menjadi perilaku yang menarik.
-       Menginvestasikan sumber danan dan waktu dalam kerangka yang cukup panjang.
c.        Melibatkan kaum remaja dalam aktivitas yang bermakna
Pendidikan oleh teman sebaya dapat merupakan pendekatan efektif untuk melibatkan para remaja. Para pendidik/edukator remaja yang dilatih untuk membantu teman sebaya mereka dalam hal informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi menerima pelatihan khusus dalam pengambilan keputusan, melakukan perujukan klien dan memberikan komoditas atau pelayanan. Program-program yang menggunakan pendidik/edukator teman sebaya didasarkan pada bukti bahwa para remaja memiliki hubungan baik dengan orang lain yang berusia hampir sama, dengan ketertarikan dan latar belakang serupa.
d.      Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja
Pelayanan kesehatan reproduksi yang youth friendly (ramah untuk remaja) merupakan salah satu yang dikembangkan serta dibentuk dengan cara yang akan mengenali bahwa tantangan, kesulitan dan hambatan yang dihadapi remaja sangat berbeda dengan orang dewasa. Pendekatan ini mencakup memiliki petugas pelayanan kesehatan yang dilatih dengan baik, termasuk bidan dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus remaja secara biologis, psikologis dan kebutuhan kesehatan remaja, memiliki rasa hormat terhadpa privasi remaja dan kerahasiaan remaja sebagai klien, fasilitas yang dapat diakses dan lokasi yang nyaman, pelayanan dengan harga yang masuk akal dan lingkungan yang aman dan nyaman bagi populasi remaja, termasuk kelompok remaja pria dan wanita yang sudah menikah. Untuk membuat pelayanan menjadi ramah dan nyaman, bidan harus mempertimbangkan masukan-masukan para remaja terhadap komponen-komponen klinik seperti famplet informasi dan gaya ruang tunggu. Pelayanan harus diberikan di tempat-tempat remaja biasa berkumpul untuk belajar, bersosialisasi dan bekerja dan kerahasiaan harus dipastikan. Sikap-sikap menghakimi dan kadang-kadang bahkan kekerasan di pihak pemberi layanan dapat menciptakan hambatan kritis dan bertahan lama terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Bidan yang bersikap menghakimi dapat menghambat pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja.
e.        Memberikan informasi dan pelayanan untuk para remaja
Remaja memerlukan informasi yang sesuai dengan usianya mengenai perkembangan fisik dan emosional, risiko-risiko potensial dari kegiatan seksual yang tidak terlindung, kekerasan substansial, bagaimana mengakses pelayanan kesehatan dan kesempatan-kesempatan pendidikan, kerja dan rekreasi. Bidan sebagai penyedia layanan dapat melakukan hubungan interaktif dengan klien remaja dengan melakukan komunikasi interpersonal. Media massa hiburan (radio, televisi, musik, video, fil, buku komik) dapat menjadi cara yang efektif dari segi biaya untuk mengomun ikasikan pesan-pesan yang dpat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku.
f.        Kontrasepsi bagi remaja
Para remaja memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat mengenai kontrasepsi termasuk pemakain yang benar, efek samping, dan bagaimana menjangkau petugas pelayanan kesehatan untuk menjawab kekhawatiran mereka. Bidan mempunyai peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi tersebut serta konseling yang sesuai sangat penting untuk membantu remaja menangani atau menyisihkan potensi efek samping. Konseling harus mengungkapkan aspek pencegahan kehamilan sekaligus perlindungan terhadap PMS (penyakit menular seksual).
g.      HIV dan PMS di kalangan Remaja
Menurut WHO, 333 juta kasus baru PMS terjadi di seluruh dunia setiap tahun dan setidaknya 111 juta dari kasus ini terjadi pada mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Hampir setengah dari infeksi HIV secara keseluruhan terjadi pada pria dan wanita yang berusia di bawah 25 tahun, dan di banyak negara berkembang data menunjukkan bahwa sampai 60% dari semua infeksi HIV baru terjadi pada kelompok usia antara 15 samapi 24 tahun. Infeksi di kalangan perempuan melebihi infeksi di kalangan pria, rasio 2 berbanding 1. Salah satu penelitian di Tanzania memperlihatkan bahwa perempuan muda memiliki kemungkinan untuk terinfeksi HIV lebih dari empat kali dibandingkan pria muda, meskipun para perempuan lebih tidak berpengalama seksual dan memiliki pasangan seksual yang lebih sedikit dibanding pria sebayanya.
h.      Kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan
Banyak remaja aktif secara seksual ( meskipun bukan pilihan mereka sendiri. Setiap tahun sekitar 15 juta remaja melahirkan anak. Proses persalinan selalu memiliki potensi risiko-risiko kesehtan, tapi risiko persalinan lebih besar pada perempuan berusia di bawah 17 tahun. Remaja dengan usia ini lebih mudah mengalami komplikasi dalam persalinan. Perempuan muda seringkali memiliki pengetahuan terbatas atau kurang percaya diri untuk mengakses pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan pelayanan prenatal yang terbatas berperan penting terhadap terjadinya komplikasi. Peran bidan dalam asuhan prenatal sangat dibutuhkan, sehingga menimbulkan kepercayaan diri remaja. Aborsi yang tidak aman menempati proporsi tinggi dalam kematian ibu di antara para remaja.
i.         Pendidikan seks berbasis sekolah
Evaluasi yang dilakukan di antara para kawula muda di negara-negara berkembang dan negara-negara maju telah memperlihatkan bahwa pendidikan seks berbasis sekolah dapat membantu menunda hubungan seksual pertama para remaja yang belum aktif secara seksual. Untuk para remaja yang aktif secara seksual, pendidikan seksual dapat mendorong pemakaian kontrasepsi dan perlindungan PMS yang benar dan konsisten.
j.        Masalah Gender Spesifik
Generasi muda, terutama anak perempuan rentan terhadap kekerasan seksual, hubungan seksual yang dipaksakan dan hubungan dengan kekuatan yang tidak seimbang. Beberapa budaya, perilaku pria berisiko ditoleransi dan kadang-kadang didukung. Karena sikap-sikap gender ini telah terbukti tidak dapat dipisahkan dari dalam banyak upaya kesehatan reproduksi remaja, program harus secara langsung mengkonfrontasi masalah hubungan gender yang tidak setara. Program yang meminta para perempuan muda untuk mengambil keputusan dan tindakan yang merupakan kontradiksi dari peran perempuan yang diterima seperti menolak melakukan hubungan seksual atau berkeras akan pemakaian kondom. Bidan harus membantu para perempuan muda tersebut membangun keterampilan dan rasa percaya diri yang diperlukan untuk membantu mereka membuat keputusan-keputusan.


2.      MELIBATKAN WANITA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara umum dalam penanggulangan masalah remaja, peran bidan adalah sebagai fasilitator dan konselor yang bisa dijadikan tempat untuk mencari jawaban daari suatu permasalahan yang dihadapai oleh remaja, bidan harus memiliki pengetahuan dan wawassan yang cukup.
Contoh peran yang bisa dilakukan adalah :
-       Mendengarkan keluhan remaja yang bermasalah, dengan tetap menjaga kerahasiaan kliennya
-       Membangun komunikasi dengan remaja
-       Ikut serta dalam kelompok remaja
-       Melakukan penyuluhan-penyuluhan pada remaja berkaitan dengan kespro
-       Memberikan informasi-informasi yang selengkap-lengkapnya pada remaja sesuai dengan kebutuhannya
Melibatkan wanita dalam mengambil keputusan
Kenyataan di tengah-tengah masyarakat seperti perilaku diskriminatf terhadap perempuan. Masalah gender menjadi suatu permasalahan yang tidak pernah tuntas dibahas sehingga pada akhirnya wanita tidak mempunyai hak untuk mengambil keputusan terbaik yang berhubungan dengan dirinya.
Gender adalah pandangan  masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab, antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi (kebiasaan sosial yang tumbuh dan disepakati dalam masyarakat) sehingga dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Bentuk-bentuk perilaku diskkriminatif terhadap perempuan :
-       Di nomor duakan dalam segala aspek kehidupan, yaitu pemberian makanan bergizi sehari-hari, kesempatan untuk pendidikan, kerja dan kedudukan
-       Keterbatasan dalam pengambilan keputusan yaitu untuk berKB, pemilihan bidan untuk persalinan, pertolongans egera di RS
-       Terpaksa menikah di usia muda, tekanan ekonomi, dorongan orang tua agar lepas dari beban keluarga
-       Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah yaitu informasi tentang kespro sangat terbatas
Melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan karena banyak ditemui permasalahan-permasalahan, oleh karena itu dalam pengambilan keputusan dan tindakan, wanita yang bersangkutan diikutsertakan, karena wanita memiliki wewenang untuk memberikan informasi kesehatan serta gambaran tindakan yang akan dilakukan.
Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan :
a.       Memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang permasalahan yang sesuai kebutuhan
b.      Memberikan pandangan-pandangan tentang akibat dari keputusan apapun yang akan diambilnya
c.       Meyakinkan ibu untuk bertanggunggjawab terhadap keputuasan yang akan diambilnya
d.      Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
e.       Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya

Wednesday, November 23, 2011

Konsep Kesehatan Reproduksi


Konsep Kesehatan Reproduksi

1.      DEFINISI KESPRO
DEFINISI SEHAT (WHO)
            Keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh.  Jadi sehat berarti bukan sekedar tidak ada penyakit ataupun kecacatan, tetapi juga kondisi psikis dan sosial yang mendukung perempuan untuk melalui proses reproduksi
baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan standar kesehatan yang setinggi-tingginya, karena kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah diakui dunia internasional
DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI
            Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.
            Menurut BKKBN, (2001), defenisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan.
            Menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi.
           

Monday, October 24, 2011

Mengenal pemikiran ERICH FROMM

salah satu mata kuliah yang sedang saya gandrungi adalah humaniora..bagaimana menjadikan manusia lebih manusiawi... (oleh pak Sugianto)


minggu lalu topik menarik yang dibahas adalah SENI MENCINTA (Erich Fromm)..hidup sebagai milik bersama..


Keutamaan Hidup
 menurut Anda, apa yang dijadikan ukuran untuk mengukur bahwa seseorang "TELAH MENJADI ORANG?"  
Apakah yang paling dikejar oeh kebanyakan orang dalam hidupnya saat ini? cantik?kaya?pendidikan tinggi?jabatan..
ya itu semua.... semua hal duniawi,,,

Friday, September 30, 2011

Otak Juga Butuh Makan

otak merupakan organ yang amat sangat rumit..
tapi dengan otak lah kita bisa melakukan banyak hal...jadi jelaslah bahwa kesehatan otak haarus dijaga..


makanan pokok otak itu sebenarnya hanya 4.. ONKI
oksigen, nutrisi, kasih sayang dan informasi...tapi harus kita kembangkan lebih luas,supaya otak kita lebih "kaya" lagi :)

Monday, September 26, 2011

Membantu Ibu untuk Menyusui Bayi

Dasar-dasar Menyusui
Bayi yang baru dilahirkan sudah mempunyai reflek mengisap. Karena itu pihak rumah sakit saat ini, akan segera memberikan bayi tersebut kepada ibunya untuk segera disusukan. Hal ini tentu saja akan menguntungkan bagi si ibu, terutama si bayi mengingat air susu yang keluar pertama kali (colostrum) mengandung bahan-bahan yang sangat berguna bagi bayi. Konon, pertemuan pertama ibu dan bayinya inilah yang akan mempengaruhi hubungan kedua belah pihak nantinya. 

Menurut penelitian, hampir semua masalah mulai dari puting susu lecet sampai berkurangnya air susu, di sebabkan karena kesalahan pada salah satu faktor yang pertama: sikap tubuh si ibu pada saat menyusui, kedua: cara menyusui. Mengingat hal itu akan lebih baik bagi anda bila mempelajari teknik dasar tersebut jauh sebelum melahirkan. 

Sunday, September 25, 2011

MENFASILITASI MENJADI ORANG TUA



Menjadi orang tua anda perlu mengembangkan hubungan anda yang menguntungkan dengan bayi anda. Usahakan agar tidak terlibat satu sama lain atau saling melindungi satu sama lain dari realita perawatan bayi (seperti mengganti popok dan bila menangis) dukunglah satu sama lain. Anda tidak harus melakukan hal-hal dengan cara yang sama untuk menghargai satu sama lain sebagai orang tua.

Menjadi orang tua bukan merupakan keterampilan naluriah perlu pembelajaran. Kemampuan anda sebagai orang tua tergantung pada beberapa Faktor : bagaimana orang tua anda memperlakukan anda, pengalaman-pengalaman yang anda jalani dengan anak-anak sebelumnya, pengetahuan tentang kemampuan fisik, mental dan intelektual serta kebutuhan terhadap bayi dan anak-anak.

Menyesuaikan dengan kedudukan sebagai orang tua :
            Kedudukan sebagai orang tua dimulai dengan melahirkan dan akan berlangsung seumur hidup. Minggu-minggu awal tidak selalu mudah. Bagaimanapun, awal yang baik menentukan tahap bagi ikatan keluarga yang kuat dan komitmen yang tetap terhadap persyaratan menjadi orang tua.

Thursday, August 11, 2011

Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan

PENGERTIAN


PERSALINAN / PARTUS adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapt hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. 

Definisi Persalinan
- Partus Immaturus : Proses pengeluaran hasil konsepsi < 28 minggu dengan berat janin 500-1000 gram
- Partus Prematurus : Proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm (cukup bulan) pada usia kehamilan 28-36 minggu, dengan berat janin 1000-2500 gram
- Partus Postmaturus/Serotinus : Proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang diperkirakan
- Partus Presipitatus : Persalinan yang berlangsung sangat cepat (<3jam)
- Partus Biasa/Spontan/Normal : Bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat istimewa dan tidak melukai ibu dan bayi, umumnya berlangsung <24 jam
- Partus Luar Biasa/Abnormal : Bila bayi dilahirkan pervaginam dengan menggunakan cunam/forcep, ekstraktor vakum, versi dan ekstraksi, dekapitasi, embriotomi dsb
- Partus Aterm : Terjadinya persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu dengan berat janin di atas 2500 gram.

Tuesday, July 5, 2011

siklus menstruasi

haid adalah runtuhnya jaringan epitel endometrium akibat pengaruh perubahan siklik, keseimbangan hormonal reproduksi wanita.


dikatakan haid normal apabila :
  1. lama siklus 21-35 hari (28+7hari)
  2. lama perdarahan 2-7 hari
  3. perdarahan 20-80cc/siklus (50+30cc)
  4. tidak disertai nyeri
  5. warna merah segar dan tidak bergumpal
  6. terjadi ovulasi
  7. darah / cairan / hawa vagina tidak berbau busuk

Sunday, June 5, 2011

posisi untuk persalinan

Pengaturan posisi adalah salah satu teknik relaksasi, karena dapat mengurangi titik tekanan dan ketegangan otot-otot dasar panggul.

Jenis posisi dalam persalinan menurut Verny's Midwifery adalah berdiri, terlentang, duduk, jongkok, berjalan, knee chest, berbaring miring, merangakak.

Posisi berdiri dilarang pada keadaan-keadaan tertentu:

  1. Ibu sedang mendapatkan beberapa pengobatan karena akan berakibat sakit kepala, pusing dan kram pada kaki.
  2. Komplikasi Obstetri yang mengharuskan ibu berada di tempat tidur ( solusio plasenta, plasenta previa )

Tuesday, March 1, 2011

Asal Usul Bintang



Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya.
Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
“
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.
”
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang.
Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya

Asal usul bintang
Setiap tahun, bintang-bintang terbentuk di dalam nebula yang sekaligus merupakan bahan bakarnya. Melalui reaksi nuklir yang luar biasa, bintang mengonsumsi miliaran ton bahan bakar setiap detik. Cadangan hidrogen Matahari sangat besar sekitar 2.000 miliar miliar ton sehingga reaksi nuklir yang telah terjadi sejak 5 miliar tahun yang lalu tetap berlanjut selama itu juga.
Bintang terlahir di dalam awan hidrogen dan debu yang sangat besar yang disebut nebula. Ledakan sebuah atau beberapa bintang di sekitarnya  mempengaruhi nebula dan gravitasi mulai memegang peranan. Awan lambat laun berkontraksi di bawah pengaruh gravitasi, dan materi akan menggumpal secara alami. Awan mulai berotasi dan temperaturnya meningkat. Embrio bintang (protostar ) terbentuk. Dalam waktu yang singakat, reaksi
nuklir pun terjadi. Protostar kemudian menjadi sebuah bintang yang akan bersinar sampai seluruh cadangan hidrogen yang dimilikinya berubah menjadi helium.
Di inti bintang terjadi reaksi nuklir, tekanan di dalam bintang dapat menghasilkan temperatur hingga 15 miliar derajat, seperti Matahari. Dengan kondisi ini, inti hidrogen (proton) akan bergabung untuk membentuk inti hidrogen berat. Inti berat tersebut akan bergabung dengan proton lainnya., untuk membentuk inti helium ringan.  Akhirnya dua inti helium ringan akan bergabung untuk membentuk helium biasa yang terdiri dari dua proton dan dua netron. Pada setiap tahap, energi dipancarkan dalam bentuk cahaya.
Bintang Majemuk
2/3 dari bintang di galaksi kita merupakan sistem bintang yang terdiri dari dua bintang atau lebih saling mengorbit satu sama lain akibat interaksi gaya tarik-menarik gravitasi.
Sebagian besar bintang berkembang di dalam satu grup yang terdiri dari dua, tiga bahkan tujuh bintang.
Bintang Massa Rendah
Meskipun tampak tidak berubah, bintang mengalami sejumlah perubahan yang nyata.
Kehidupan bintang ditentukan oleh massanya. Matahari, bintang berukuran sedang, memerlukan 10 miliar tahun untuk mengubah hidrogen  menjadi helium, dan mengakhiri hidupnya sebagai katai putih. Bintang yang lebih kecil memerlukan waktu puluhan hingga ratusan miliar tahun untuk menghabiskan bahan bakarnya sebelum kematiannya.
Bintang dilahirkan dari awan hidrogen dan debu yang disebut Nebula, sedikit demi sedikit awan mulai berkontraksi, peningkatan tekanan mengakibatkan temperatur naik. Sebuah protostar terbentuk dan memerlukan waktu hingga 100 miliar tahun untuk menjadi sebuah bintang. Jika protostar tidak  memiliki cukup massa untuk membangkitkan reaksi nuklir, ia akan menjadi katai cokelat. Protostar dengan massa  yang cukup akan memicu proses fusi temonuklir dan mengawali kehidupan dewasanya sebagai bintang deret utama.
Setelah miliar tahun, bintang tersebut akan berubah menjadi raksasa merah dengan diameter 100 diameter matahari danratusan kali lebih terang. Lambat laun, lapisan bagian luar raksasa merah terlontar ke angkasa dan membentuk planetari nebula selama 1 miliar tahun.
Kemudian inti bintang akan terus berkontraksi hingga menjadi seukuran Bumi dan menjadi katai putih, obyek dengan kerapatan luar biasa. Jika ketai putih memiliki bintang pasangan, akan menarik materialnya dan akan menjadi nova 1 yang sangat terang. Bintang akan meredup hingga tidk bersinar kembali. Setelah beberapa miliar tahun akan menjadi bintang mati, katai gelap.
Di akhir hidupnya, bintang bermassa kecil menjadi katai putih, sisa dari sebuah bintang terang, namun sangat padat.
Nova
Katai putih yang berubah menjadi sebuah bintang yang sangat terang secara tiba-tiba disebut sebagai bintang baru. Diperkirakan terdapat puluhan nova yang terbentuk setiap tahunnya di galaksi Bimasakti. Proses yang menyebabkan terjadinya nova dapat terjadi
ketika sebuah bintang katai putih dekat dengan bintang lainnya. katai putih terkadang mengisap materi bintang pasangannya. Materi tersebut berakumulasi di sekitar permukaannya dan membentuk sebuah cakram akresi. Peningkatan temperatur menyebabkan ledakan besar.
Nova tampak terang di langit. Dalam satu tahun, bintang baru tersebut memancarkan energi lebih banyak dari yang dipancarkan Matahari selama satu juta tahun.
Bintang Gagal Katai coklat lebih besar dari planet. Namun, massanya terlalu kecil untuk memicu terjadinya reaksi nuklir.
Bintang Masif
Bintang-bintang masif menempuh evolusi yang berbeda dengan bintang kecil. Kehidupan bintang masif lebih singkat, tetapi lebih spektakuler, di setiap tahap kehidupannya, selalu lebih terang dari bintang kecil, dan proses setiap tahapnya lebih cepat karena pembakaran intinya lebih cepat. Adapun bintang kecil memerlukan waktu miliaran tahun utnuk mengubah hidrogen menjadi helium. Bintang masif hanya memerlukan beberapa juta tahun, kemudian meledak menjadi super nova.
Bintang masif mulai mengubah hirogen menjadi helium melalui fusi, dan helium menjadi karbon. Proses ini menghasilkan unsur-unsur berat pertama hingga besi, yang membentuk inti bintang. Temperatur akan meningkat hingga miliaran derajat. Inti bintang yang sangat tebal membentuk rintangan yang melontarkan benda-benda di lapisan luar. Ledakan kolosal yang terjadi dimana unsur kimia yang lebih berat dari unsur besi terbentuk. Supernova kemudian melontarkan ke luar angkasa unsur-unsur yang akan memegang peran dalam menbentuk kehidupan.  
Bintang Netron dan Pulsar
Bintang netron terbentuk dari netron yang memadat,yang dihasilkan dari kombinasi elektron dan proton ketika supernova meladak. Sebuah pulsar adalah bintang netron yang berotasi sangat cepat, memancarkan sinyal gelombang radio secara tetap. Dua kutub
bintang memiliki bidang magnet yang sangat kuat dimana masing-msing kutub menghasilkan pancaran elektromagnetik.
Gugus  Bintang
Bintang-bintang terlahir bersama di dalam tempat pemijahan bintang,awan yang mengandung banyak bintang. Gugus bintang yang dapat diamati yaitu gugus terbuka dan gugus bola
• Gugus Terbuka
Gugus ini terdiri dari kelompok bintang yang tak beraturan. Beberapa ratus hinggabeberapa ribu bintang dan berada di area kecil. Star nursery adalah temept dimana kita dapat mengamati bintang yang baru yang berusia beberapa juta tahun.
Sejumlah besar bintang biru, yang memiliki kala hidup singkat, ditemukan di gugus seperti ini. Karena gugus terbuika juga mengandung banyak gas dan debu.
• Gugus Bola
Gugus bola merupakan sekumpulan bintang berbentuk bola yang terdiri dari ratusan ribu atau jutaan bintang. Tidak seperti gugus terbuka, gugus bola mengandung bintang-bintang tua dan beberapa bintang raksasa biru. Tipe gugus ini juga hampir kosong dari gas dan debu antarbintang. Kerapatan bintangnya puluhan kali dari kerapatan gugus terbuka. 
 Sumber: Visual  -Ilmu Dan Pengetahuan Populer Untuk Pelajar Dan Umum-

Klasifikasi

Berdasarkan spektrumnya, bintang dibagi ke dalam 7 kelas utama yang dinyatakan dengan huruf O, B, A, F, G, K, M yang juga menunjukkan urutan suhu, warna dan komposisi-kimianya. Klasifikasi ini dikembangkan oleh Observatorium Universitas Harvard dan Annie Jump Cannon pada tahun 1920an dan dikenal sebagai sistem klasifikasi Harvard.

Untuk mengingat urutan penggolongan ini biasanya digunakan kalimat "Oh Be A Fine Girl Kiss Me". Dengan kualitas spektrogram yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah bilangan (0 hingga 9) yang mengikuti huruf. Sudah menjadi kebiasaan untuk menyebut bintang-bintang di awal urutan sebagai bintang tipe awal dan yang di akhir urutan sebagai bintang tipe akhir. Jadi, bintang A0 bertipe lebih awal daripada F5, dan K0 lebih awal daripada K5.

Kelas
Warna
Suhu Permukaan °C
Contoh
O
Biru
> 25,000
B
Putih-Biru
11.000 - 25.000
A
Putih
7.500 - 11.000
F
Putih-Kuning
6.000 - 7.500
G
Kuning
5.000 - 6.000
K
Jingga
3.500 - 5.000
M
Merah
<3,500
Pada tahun 1943, William Wilson Morgan, Phillip C. Keenan, dan Edith Kellman dari Observatorium Yerkes menambahkan sistem pengklasifikasian berdasarkan kuat cahaya atauluminositas, yang seringkali merujuk pada ukurannya. Pengklasifikasian tersebut dikenal sebagai sistem klasifikasi Yerkes dan membagi bintang ke dalam kelas-kelas berikut :
§  0 Maha maha raksasa
§  I Maharaksasa
§  II Raksasa-raksasa terang
§  III Raksasa
§  IV Sub-raksasa
§  V deret utama (katai)
§  VI sub-katai
§  VII katai putih
Umumnya kelas bintang dinyatakan dengan dua sistem pengklasifikasian di atas. Matahari kita misalnya, adalah sebuah bintang dengan kelas G2V, berwarna kuning, bersuhu dan berukuran sedang.
Diagram Hertzsprung-Russell adalah diagram hubungan antara luminositas dan kelas spektrum (suhu permukaan) bintang. Diagram ini adalah diagram paling penting bagi para astronom dalam usaha mempelajari evolusi bintang.

Evolusi

Struktur, evolusi, dan nasib akhir sebuah bintang sangat dipengaruhi oleh massanya. Selain itu, komposisi kimia juga ikut mengambil peran dalam skala yang lebih kecil.

Terbentuknya bintang

Bintang terbentuk di dalam awan molekul; yaitu sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (meskipun masih kurang rapat jika dibandingkan dengan sebuah vacuum chamber yang ada di Bumi). Awan ini kebanyakan terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Komposisi elemen dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang pada saat awal alam semesta.
Gravitasi mengambil peranan sangat penting dalam proses pembentukan bintang. Pembentukan bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul yang dapat memiliki massa ribuan kali matahari. Ketidakstabilan ini seringkali dipicu oleh gelombang kejut dari supernova atau tumbukan antara dua galaksi. Sekali sebuah wilayah mencapaikerapatan materi yang cukup memenuhi syarat terjadinya instabilitas Jeans, awan tersebut mulai runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri.
Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu awan molekul yang besar, kemudian terpecah menjadi konglomerasi individual. Hal ini didukung oleh pengamatan dimana banyak bintang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.
Begitu awan runtuh, akan terjadi konglomerasi individual dari debu dan gas yang padat yang disebut sebagai globula Bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali Matahari. Runtuhnya globula membuat bertambahnya kerapatan. Pada proses ini energi gravitasi diubah menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat. Ketika awan protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Bintang pra deret utama ini seringkali dikelilingi oleh piringan protoplanet. Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di inti 'terbakar' menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti bintang menyuplai cukup energi untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.


Akhir sebuah bintang

Ketika kandungan hidrogen di teras bintang habis, teras bintang mengecil dan membebaskan banyak panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar bintang yang masih banyak hidrogen mengembang dan bertukar warna merah dan disebut bintang raksaksa merah yang dapat mencapai 100 kali ukuran matahari sebelum membentuk bintang kerdil putih. Sekiranya bintang tersebut berukuran lebih besar dari matahari, bintang tersebut akan membentuk superraksaksa merah. Superraksaksa merah ini kemudiannya membentuk Nova atauSupernova dan kemudiannya membentuk bintang neutron atau Lubang hitam.

Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Tuesday, November 29, 2011

MENERAPKAN PERAN DAN TUGAS BIDAN DALAM PHC UNTUK KESEHATAN WANITA



MENERAPKAN PERAN DAN TUGAS BIDAN DALAM PHC UNTUK KESEHATAN WANITA YANG MENEKANKAN PADA ASPEK PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PROMOSI KESEHATAN



1.      Asuhan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Defenisi Remaja
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.  Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja. 
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity. DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa.
Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implicit melalui pengertian masa remaja (adolescence).
Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.

Definisi Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja 
a.       Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek tumbuh kembang remaja)
b.      Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasanganya
c.       Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi
d.      Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
e.       Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
f.       Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
g.      Mengambangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal-hal yang bersifat negative
h.      Hak-hak reproduksi
i.        Manakala tubuh juga mengalami transisi, maka pada masa seperti ini, remaja sangat perlu untuk benar-benar memperhatikan kondisi tubuh terutama organ reproduksi yang banyak berkembang dalam fase ini.
j.        Anak-anak perempuan yang dulu hanya peduli untuk membersihkan organ kewanitaannya begitu saja tanpa ada permasalahan yang lain, pada masa remaja dan pubertas, organ kewanitaan anak gadis mulai mengalami perubahan.
k.      Tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar organ intim juga perlu diperhatikan sehingga kebersihanpun tetap terjaga, terutama setelah buang air kecil maupun buang air besar. Cara mencuci pun harus perlu diperhatikan dimana arah yang sesuai (menjauhi arah kemaluan) lebih disarankan agar bakteri dan kotoran tidak kembali bersarang.
l.        Organ kewanitaan memang patut benar-benar dijaga kebersihannya terutama bagi yang tinggal di negara tropis semcam Indonesia. Produksi keringat membuat daerah tersebut lembab dan merupakan kondisi yang tepat untuk tumbuhnya jamur. Selain itu darah haid dan perubahan hormon juga dapat merubah ekosistem organ kewanitaan.
m.    Bekal pengetahuan seperti ini sangat mendasar dan penting yang nantinya akan sangat berpengaruh pada perkembangan organ kewanitaan pada remaja putri.
n.      Kebersihan organ reproduksi juga harus diperhatikan oleh remaja pria. Beberapa remaja pria tidak harus mengalami pemotongan kulit pembungkus penis pada masa kanak-kanak yang sering dikenal dengan sunatan, nah remaja pria yang memiliki organ intim seperti ini harus tetap rajin membersihan organ intimnya dengan membersihkan daerah di dalam lipatan kulit tersebut, karena apabila bagian di dalam lipatan kulit tidak dibersihkan, potensi untuk tumbuhnya jamur dan hidupnya bakteri-bakteri lain akan sangat besar.
o.      Seringkali karena terburu-buru, para remaja pria juga tidak memperhatikan keadaan sekitar saat mereka beraktivitas. Padahal apabila salah sedikit saja dan organ intim mereka terantuk, terjepit resleting ataupun terkena benda lain dengan cukup keras, organ intim tersebut dapat mengalami cedera, pembengkakan yang akan dapat berakibat fatal dikemudian hari bahkan sampai disfungsi ereksi.
Masalah-Masalah kunci dalam Kesehatan Remaja dan peran bidan
a.        Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan masyarakat terhadap kesehatan reproduksi remaja. 
Masalah reproduksi dan kesehatan seksual remaja merupakan masalah yang kontroversial di banyak kelompok masyarakat sehingga membuat tindakan advokasi dan mendorong munculnya kesadaran akan masalah ini menjadi lebih penting. Upaya-upaya advokasi dapat difokuskan pada membuat perubahan di tingkat lokal, daerah atau nasional dengan menargetkan para stake holder yang mempengaruhi penerimaan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi bagi para remaja. Individu dan organisasi diposisikan dengan baik untuk membentuk persepsi publik dan program dapat dipusatkan dalam memperkuat dukungan untuk pendanaan dan pelaksanaan program yang relevan sehingga meningkatkan kemungkinan suksesnya program.
b.       Komponen-komponen program yang berhasil
Program-program kesehatan reproduksi untuk remaja cenderung akan mencapai keberhasilan maksimal jika program-program tersebut:
-       Secara akurat mengidentifikasi dan memahami kelompok yang akan dilayani.
-       Melibatkan remaja dalam perancangna programnya.
-       Bekerja sama dengan para pemuka masyarakat dan orang tua.
-       Melepaskan hambatan-hambatan kebijakan dan mengubah pra anggapan para pemberi layanan (provider)
-       Membantu remaja melatih keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk menghindari risiko.
-       Menghubungkan informasi dan saran dengan pelayanan
-       Memberikan tokoh panutan (role model) yang membuat perilaku lebih aman menjadi perilaku yang menarik.
-       Menginvestasikan sumber danan dan waktu dalam kerangka yang cukup panjang.
c.        Melibatkan kaum remaja dalam aktivitas yang bermakna
Pendidikan oleh teman sebaya dapat merupakan pendekatan efektif untuk melibatkan para remaja. Para pendidik/edukator remaja yang dilatih untuk membantu teman sebaya mereka dalam hal informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi menerima pelatihan khusus dalam pengambilan keputusan, melakukan perujukan klien dan memberikan komoditas atau pelayanan. Program-program yang menggunakan pendidik/edukator teman sebaya didasarkan pada bukti bahwa para remaja memiliki hubungan baik dengan orang lain yang berusia hampir sama, dengan ketertarikan dan latar belakang serupa.
d.      Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja
Pelayanan kesehatan reproduksi yang youth friendly (ramah untuk remaja) merupakan salah satu yang dikembangkan serta dibentuk dengan cara yang akan mengenali bahwa tantangan, kesulitan dan hambatan yang dihadapi remaja sangat berbeda dengan orang dewasa. Pendekatan ini mencakup memiliki petugas pelayanan kesehatan yang dilatih dengan baik, termasuk bidan dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus remaja secara biologis, psikologis dan kebutuhan kesehatan remaja, memiliki rasa hormat terhadpa privasi remaja dan kerahasiaan remaja sebagai klien, fasilitas yang dapat diakses dan lokasi yang nyaman, pelayanan dengan harga yang masuk akal dan lingkungan yang aman dan nyaman bagi populasi remaja, termasuk kelompok remaja pria dan wanita yang sudah menikah. Untuk membuat pelayanan menjadi ramah dan nyaman, bidan harus mempertimbangkan masukan-masukan para remaja terhadap komponen-komponen klinik seperti famplet informasi dan gaya ruang tunggu. Pelayanan harus diberikan di tempat-tempat remaja biasa berkumpul untuk belajar, bersosialisasi dan bekerja dan kerahasiaan harus dipastikan. Sikap-sikap menghakimi dan kadang-kadang bahkan kekerasan di pihak pemberi layanan dapat menciptakan hambatan kritis dan bertahan lama terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Bidan yang bersikap menghakimi dapat menghambat pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja.
e.        Memberikan informasi dan pelayanan untuk para remaja
Remaja memerlukan informasi yang sesuai dengan usianya mengenai perkembangan fisik dan emosional, risiko-risiko potensial dari kegiatan seksual yang tidak terlindung, kekerasan substansial, bagaimana mengakses pelayanan kesehatan dan kesempatan-kesempatan pendidikan, kerja dan rekreasi. Bidan sebagai penyedia layanan dapat melakukan hubungan interaktif dengan klien remaja dengan melakukan komunikasi interpersonal. Media massa hiburan (radio, televisi, musik, video, fil, buku komik) dapat menjadi cara yang efektif dari segi biaya untuk mengomun ikasikan pesan-pesan yang dpat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku.
f.        Kontrasepsi bagi remaja
Para remaja memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat mengenai kontrasepsi termasuk pemakain yang benar, efek samping, dan bagaimana menjangkau petugas pelayanan kesehatan untuk menjawab kekhawatiran mereka. Bidan mempunyai peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi tersebut serta konseling yang sesuai sangat penting untuk membantu remaja menangani atau menyisihkan potensi efek samping. Konseling harus mengungkapkan aspek pencegahan kehamilan sekaligus perlindungan terhadap PMS (penyakit menular seksual).
g.      HIV dan PMS di kalangan Remaja
Menurut WHO, 333 juta kasus baru PMS terjadi di seluruh dunia setiap tahun dan setidaknya 111 juta dari kasus ini terjadi pada mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Hampir setengah dari infeksi HIV secara keseluruhan terjadi pada pria dan wanita yang berusia di bawah 25 tahun, dan di banyak negara berkembang data menunjukkan bahwa sampai 60% dari semua infeksi HIV baru terjadi pada kelompok usia antara 15 samapi 24 tahun. Infeksi di kalangan perempuan melebihi infeksi di kalangan pria, rasio 2 berbanding 1. Salah satu penelitian di Tanzania memperlihatkan bahwa perempuan muda memiliki kemungkinan untuk terinfeksi HIV lebih dari empat kali dibandingkan pria muda, meskipun para perempuan lebih tidak berpengalama seksual dan memiliki pasangan seksual yang lebih sedikit dibanding pria sebayanya.
h.      Kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan
Banyak remaja aktif secara seksual ( meskipun bukan pilihan mereka sendiri. Setiap tahun sekitar 15 juta remaja melahirkan anak. Proses persalinan selalu memiliki potensi risiko-risiko kesehtan, tapi risiko persalinan lebih besar pada perempuan berusia di bawah 17 tahun. Remaja dengan usia ini lebih mudah mengalami komplikasi dalam persalinan. Perempuan muda seringkali memiliki pengetahuan terbatas atau kurang percaya diri untuk mengakses pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan pelayanan prenatal yang terbatas berperan penting terhadap terjadinya komplikasi. Peran bidan dalam asuhan prenatal sangat dibutuhkan, sehingga menimbulkan kepercayaan diri remaja. Aborsi yang tidak aman menempati proporsi tinggi dalam kematian ibu di antara para remaja.
i.         Pendidikan seks berbasis sekolah
Evaluasi yang dilakukan di antara para kawula muda di negara-negara berkembang dan negara-negara maju telah memperlihatkan bahwa pendidikan seks berbasis sekolah dapat membantu menunda hubungan seksual pertama para remaja yang belum aktif secara seksual. Untuk para remaja yang aktif secara seksual, pendidikan seksual dapat mendorong pemakaian kontrasepsi dan perlindungan PMS yang benar dan konsisten.
j.        Masalah Gender Spesifik
Generasi muda, terutama anak perempuan rentan terhadap kekerasan seksual, hubungan seksual yang dipaksakan dan hubungan dengan kekuatan yang tidak seimbang. Beberapa budaya, perilaku pria berisiko ditoleransi dan kadang-kadang didukung. Karena sikap-sikap gender ini telah terbukti tidak dapat dipisahkan dari dalam banyak upaya kesehatan reproduksi remaja, program harus secara langsung mengkonfrontasi masalah hubungan gender yang tidak setara. Program yang meminta para perempuan muda untuk mengambil keputusan dan tindakan yang merupakan kontradiksi dari peran perempuan yang diterima seperti menolak melakukan hubungan seksual atau berkeras akan pemakaian kondom. Bidan harus membantu para perempuan muda tersebut membangun keterampilan dan rasa percaya diri yang diperlukan untuk membantu mereka membuat keputusan-keputusan.


2.      MELIBATKAN WANITA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara umum dalam penanggulangan masalah remaja, peran bidan adalah sebagai fasilitator dan konselor yang bisa dijadikan tempat untuk mencari jawaban daari suatu permasalahan yang dihadapai oleh remaja, bidan harus memiliki pengetahuan dan wawassan yang cukup.
Contoh peran yang bisa dilakukan adalah :
-       Mendengarkan keluhan remaja yang bermasalah, dengan tetap menjaga kerahasiaan kliennya
-       Membangun komunikasi dengan remaja
-       Ikut serta dalam kelompok remaja
-       Melakukan penyuluhan-penyuluhan pada remaja berkaitan dengan kespro
-       Memberikan informasi-informasi yang selengkap-lengkapnya pada remaja sesuai dengan kebutuhannya
Melibatkan wanita dalam mengambil keputusan
Kenyataan di tengah-tengah masyarakat seperti perilaku diskriminatf terhadap perempuan. Masalah gender menjadi suatu permasalahan yang tidak pernah tuntas dibahas sehingga pada akhirnya wanita tidak mempunyai hak untuk mengambil keputusan terbaik yang berhubungan dengan dirinya.
Gender adalah pandangan  masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab, antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi (kebiasaan sosial yang tumbuh dan disepakati dalam masyarakat) sehingga dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Bentuk-bentuk perilaku diskkriminatif terhadap perempuan :
-       Di nomor duakan dalam segala aspek kehidupan, yaitu pemberian makanan bergizi sehari-hari, kesempatan untuk pendidikan, kerja dan kedudukan
-       Keterbatasan dalam pengambilan keputusan yaitu untuk berKB, pemilihan bidan untuk persalinan, pertolongans egera di RS
-       Terpaksa menikah di usia muda, tekanan ekonomi, dorongan orang tua agar lepas dari beban keluarga
-       Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah yaitu informasi tentang kespro sangat terbatas
Melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan karena banyak ditemui permasalahan-permasalahan, oleh karena itu dalam pengambilan keputusan dan tindakan, wanita yang bersangkutan diikutsertakan, karena wanita memiliki wewenang untuk memberikan informasi kesehatan serta gambaran tindakan yang akan dilakukan.
Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan :
a.       Memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang permasalahan yang sesuai kebutuhan
b.      Memberikan pandangan-pandangan tentang akibat dari keputusan apapun yang akan diambilnya
c.       Meyakinkan ibu untuk bertanggunggjawab terhadap keputuasan yang akan diambilnya
d.      Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
e.       Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya

Wednesday, November 23, 2011

Konsep Kesehatan Reproduksi


Konsep Kesehatan Reproduksi

1.      DEFINISI KESPRO
DEFINISI SEHAT (WHO)
            Keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh.  Jadi sehat berarti bukan sekedar tidak ada penyakit ataupun kecacatan, tetapi juga kondisi psikis dan sosial yang mendukung perempuan untuk melalui proses reproduksi
baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan standar kesehatan yang setinggi-tingginya, karena kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah diakui dunia internasional
DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI
            Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.
            Menurut BKKBN, (2001), defenisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan.
            Menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi.
           

Monday, October 24, 2011

Mengenal pemikiran ERICH FROMM

salah satu mata kuliah yang sedang saya gandrungi adalah humaniora..bagaimana menjadikan manusia lebih manusiawi... (oleh pak Sugianto)


minggu lalu topik menarik yang dibahas adalah SENI MENCINTA (Erich Fromm)..hidup sebagai milik bersama..


Keutamaan Hidup
 menurut Anda, apa yang dijadikan ukuran untuk mengukur bahwa seseorang "TELAH MENJADI ORANG?"  
Apakah yang paling dikejar oeh kebanyakan orang dalam hidupnya saat ini? cantik?kaya?pendidikan tinggi?jabatan..
ya itu semua.... semua hal duniawi,,,

Friday, September 30, 2011

Otak Juga Butuh Makan

otak merupakan organ yang amat sangat rumit..
tapi dengan otak lah kita bisa melakukan banyak hal...jadi jelaslah bahwa kesehatan otak haarus dijaga..


makanan pokok otak itu sebenarnya hanya 4.. ONKI
oksigen, nutrisi, kasih sayang dan informasi...tapi harus kita kembangkan lebih luas,supaya otak kita lebih "kaya" lagi :)

Monday, September 26, 2011

Membantu Ibu untuk Menyusui Bayi

Dasar-dasar Menyusui
Bayi yang baru dilahirkan sudah mempunyai reflek mengisap. Karena itu pihak rumah sakit saat ini, akan segera memberikan bayi tersebut kepada ibunya untuk segera disusukan. Hal ini tentu saja akan menguntungkan bagi si ibu, terutama si bayi mengingat air susu yang keluar pertama kali (colostrum) mengandung bahan-bahan yang sangat berguna bagi bayi. Konon, pertemuan pertama ibu dan bayinya inilah yang akan mempengaruhi hubungan kedua belah pihak nantinya. 

Menurut penelitian, hampir semua masalah mulai dari puting susu lecet sampai berkurangnya air susu, di sebabkan karena kesalahan pada salah satu faktor yang pertama: sikap tubuh si ibu pada saat menyusui, kedua: cara menyusui. Mengingat hal itu akan lebih baik bagi anda bila mempelajari teknik dasar tersebut jauh sebelum melahirkan. 

Sunday, September 25, 2011

MENFASILITASI MENJADI ORANG TUA



Menjadi orang tua anda perlu mengembangkan hubungan anda yang menguntungkan dengan bayi anda. Usahakan agar tidak terlibat satu sama lain atau saling melindungi satu sama lain dari realita perawatan bayi (seperti mengganti popok dan bila menangis) dukunglah satu sama lain. Anda tidak harus melakukan hal-hal dengan cara yang sama untuk menghargai satu sama lain sebagai orang tua.

Menjadi orang tua bukan merupakan keterampilan naluriah perlu pembelajaran. Kemampuan anda sebagai orang tua tergantung pada beberapa Faktor : bagaimana orang tua anda memperlakukan anda, pengalaman-pengalaman yang anda jalani dengan anak-anak sebelumnya, pengetahuan tentang kemampuan fisik, mental dan intelektual serta kebutuhan terhadap bayi dan anak-anak.

Menyesuaikan dengan kedudukan sebagai orang tua :
            Kedudukan sebagai orang tua dimulai dengan melahirkan dan akan berlangsung seumur hidup. Minggu-minggu awal tidak selalu mudah. Bagaimanapun, awal yang baik menentukan tahap bagi ikatan keluarga yang kuat dan komitmen yang tetap terhadap persyaratan menjadi orang tua.

Thursday, August 11, 2011

Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan

PENGERTIAN


PERSALINAN / PARTUS adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapt hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. 

Definisi Persalinan
- Partus Immaturus : Proses pengeluaran hasil konsepsi < 28 minggu dengan berat janin 500-1000 gram
- Partus Prematurus : Proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm (cukup bulan) pada usia kehamilan 28-36 minggu, dengan berat janin 1000-2500 gram
- Partus Postmaturus/Serotinus : Proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang diperkirakan
- Partus Presipitatus : Persalinan yang berlangsung sangat cepat (<3jam)
- Partus Biasa/Spontan/Normal : Bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat istimewa dan tidak melukai ibu dan bayi, umumnya berlangsung <24 jam
- Partus Luar Biasa/Abnormal : Bila bayi dilahirkan pervaginam dengan menggunakan cunam/forcep, ekstraktor vakum, versi dan ekstraksi, dekapitasi, embriotomi dsb
- Partus Aterm : Terjadinya persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu dengan berat janin di atas 2500 gram.

Tuesday, July 5, 2011

siklus menstruasi

haid adalah runtuhnya jaringan epitel endometrium akibat pengaruh perubahan siklik, keseimbangan hormonal reproduksi wanita.


dikatakan haid normal apabila :
  1. lama siklus 21-35 hari (28+7hari)
  2. lama perdarahan 2-7 hari
  3. perdarahan 20-80cc/siklus (50+30cc)
  4. tidak disertai nyeri
  5. warna merah segar dan tidak bergumpal
  6. terjadi ovulasi
  7. darah / cairan / hawa vagina tidak berbau busuk

Sunday, June 5, 2011

posisi untuk persalinan

Pengaturan posisi adalah salah satu teknik relaksasi, karena dapat mengurangi titik tekanan dan ketegangan otot-otot dasar panggul.

Jenis posisi dalam persalinan menurut Verny's Midwifery adalah berdiri, terlentang, duduk, jongkok, berjalan, knee chest, berbaring miring, merangakak.

Posisi berdiri dilarang pada keadaan-keadaan tertentu:

  1. Ibu sedang mendapatkan beberapa pengobatan karena akan berakibat sakit kepala, pusing dan kram pada kaki.
  2. Komplikasi Obstetri yang mengharuskan ibu berada di tempat tidur ( solusio plasenta, plasenta previa )

Tuesday, March 1, 2011

Asal Usul Bintang



Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya.
Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
“
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.
”
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang.
Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya

Asal usul bintang
Setiap tahun, bintang-bintang terbentuk di dalam nebula yang sekaligus merupakan bahan bakarnya. Melalui reaksi nuklir yang luar biasa, bintang mengonsumsi miliaran ton bahan bakar setiap detik. Cadangan hidrogen Matahari sangat besar sekitar 2.000 miliar miliar ton sehingga reaksi nuklir yang telah terjadi sejak 5 miliar tahun yang lalu tetap berlanjut selama itu juga.
Bintang terlahir di dalam awan hidrogen dan debu yang sangat besar yang disebut nebula. Ledakan sebuah atau beberapa bintang di sekitarnya  mempengaruhi nebula dan gravitasi mulai memegang peranan. Awan lambat laun berkontraksi di bawah pengaruh gravitasi, dan materi akan menggumpal secara alami. Awan mulai berotasi dan temperaturnya meningkat. Embrio bintang (protostar ) terbentuk. Dalam waktu yang singakat, reaksi
nuklir pun terjadi. Protostar kemudian menjadi sebuah bintang yang akan bersinar sampai seluruh cadangan hidrogen yang dimilikinya berubah menjadi helium.
Di inti bintang terjadi reaksi nuklir, tekanan di dalam bintang dapat menghasilkan temperatur hingga 15 miliar derajat, seperti Matahari. Dengan kondisi ini, inti hidrogen (proton) akan bergabung untuk membentuk inti hidrogen berat. Inti berat tersebut akan bergabung dengan proton lainnya., untuk membentuk inti helium ringan.  Akhirnya dua inti helium ringan akan bergabung untuk membentuk helium biasa yang terdiri dari dua proton dan dua netron. Pada setiap tahap, energi dipancarkan dalam bentuk cahaya.
Bintang Majemuk
2/3 dari bintang di galaksi kita merupakan sistem bintang yang terdiri dari dua bintang atau lebih saling mengorbit satu sama lain akibat interaksi gaya tarik-menarik gravitasi.
Sebagian besar bintang berkembang di dalam satu grup yang terdiri dari dua, tiga bahkan tujuh bintang.
Bintang Massa Rendah
Meskipun tampak tidak berubah, bintang mengalami sejumlah perubahan yang nyata.
Kehidupan bintang ditentukan oleh massanya. Matahari, bintang berukuran sedang, memerlukan 10 miliar tahun untuk mengubah hidrogen  menjadi helium, dan mengakhiri hidupnya sebagai katai putih. Bintang yang lebih kecil memerlukan waktu puluhan hingga ratusan miliar tahun untuk menghabiskan bahan bakarnya sebelum kematiannya.
Bintang dilahirkan dari awan hidrogen dan debu yang disebut Nebula, sedikit demi sedikit awan mulai berkontraksi, peningkatan tekanan mengakibatkan temperatur naik. Sebuah protostar terbentuk dan memerlukan waktu hingga 100 miliar tahun untuk menjadi sebuah bintang. Jika protostar tidak  memiliki cukup massa untuk membangkitkan reaksi nuklir, ia akan menjadi katai cokelat. Protostar dengan massa  yang cukup akan memicu proses fusi temonuklir dan mengawali kehidupan dewasanya sebagai bintang deret utama.
Setelah miliar tahun, bintang tersebut akan berubah menjadi raksasa merah dengan diameter 100 diameter matahari danratusan kali lebih terang. Lambat laun, lapisan bagian luar raksasa merah terlontar ke angkasa dan membentuk planetari nebula selama 1 miliar tahun.
Kemudian inti bintang akan terus berkontraksi hingga menjadi seukuran Bumi dan menjadi katai putih, obyek dengan kerapatan luar biasa. Jika ketai putih memiliki bintang pasangan, akan menarik materialnya dan akan menjadi nova 1 yang sangat terang. Bintang akan meredup hingga tidk bersinar kembali. Setelah beberapa miliar tahun akan menjadi bintang mati, katai gelap.
Di akhir hidupnya, bintang bermassa kecil menjadi katai putih, sisa dari sebuah bintang terang, namun sangat padat.
Nova
Katai putih yang berubah menjadi sebuah bintang yang sangat terang secara tiba-tiba disebut sebagai bintang baru. Diperkirakan terdapat puluhan nova yang terbentuk setiap tahunnya di galaksi Bimasakti. Proses yang menyebabkan terjadinya nova dapat terjadi
ketika sebuah bintang katai putih dekat dengan bintang lainnya. katai putih terkadang mengisap materi bintang pasangannya. Materi tersebut berakumulasi di sekitar permukaannya dan membentuk sebuah cakram akresi. Peningkatan temperatur menyebabkan ledakan besar.
Nova tampak terang di langit. Dalam satu tahun, bintang baru tersebut memancarkan energi lebih banyak dari yang dipancarkan Matahari selama satu juta tahun.
Bintang Gagal Katai coklat lebih besar dari planet. Namun, massanya terlalu kecil untuk memicu terjadinya reaksi nuklir.
Bintang Masif
Bintang-bintang masif menempuh evolusi yang berbeda dengan bintang kecil. Kehidupan bintang masif lebih singkat, tetapi lebih spektakuler, di setiap tahap kehidupannya, selalu lebih terang dari bintang kecil, dan proses setiap tahapnya lebih cepat karena pembakaran intinya lebih cepat. Adapun bintang kecil memerlukan waktu miliaran tahun utnuk mengubah hidrogen menjadi helium. Bintang masif hanya memerlukan beberapa juta tahun, kemudian meledak menjadi super nova.
Bintang masif mulai mengubah hirogen menjadi helium melalui fusi, dan helium menjadi karbon. Proses ini menghasilkan unsur-unsur berat pertama hingga besi, yang membentuk inti bintang. Temperatur akan meningkat hingga miliaran derajat. Inti bintang yang sangat tebal membentuk rintangan yang melontarkan benda-benda di lapisan luar. Ledakan kolosal yang terjadi dimana unsur kimia yang lebih berat dari unsur besi terbentuk. Supernova kemudian melontarkan ke luar angkasa unsur-unsur yang akan memegang peran dalam menbentuk kehidupan.  
Bintang Netron dan Pulsar
Bintang netron terbentuk dari netron yang memadat,yang dihasilkan dari kombinasi elektron dan proton ketika supernova meladak. Sebuah pulsar adalah bintang netron yang berotasi sangat cepat, memancarkan sinyal gelombang radio secara tetap. Dua kutub
bintang memiliki bidang magnet yang sangat kuat dimana masing-msing kutub menghasilkan pancaran elektromagnetik.
Gugus  Bintang
Bintang-bintang terlahir bersama di dalam tempat pemijahan bintang,awan yang mengandung banyak bintang. Gugus bintang yang dapat diamati yaitu gugus terbuka dan gugus bola
• Gugus Terbuka
Gugus ini terdiri dari kelompok bintang yang tak beraturan. Beberapa ratus hinggabeberapa ribu bintang dan berada di area kecil. Star nursery adalah temept dimana kita dapat mengamati bintang yang baru yang berusia beberapa juta tahun.
Sejumlah besar bintang biru, yang memiliki kala hidup singkat, ditemukan di gugus seperti ini. Karena gugus terbuika juga mengandung banyak gas dan debu.
• Gugus Bola
Gugus bola merupakan sekumpulan bintang berbentuk bola yang terdiri dari ratusan ribu atau jutaan bintang. Tidak seperti gugus terbuka, gugus bola mengandung bintang-bintang tua dan beberapa bintang raksasa biru. Tipe gugus ini juga hampir kosong dari gas dan debu antarbintang. Kerapatan bintangnya puluhan kali dari kerapatan gugus terbuka. 
 Sumber: Visual  -Ilmu Dan Pengetahuan Populer Untuk Pelajar Dan Umum-

Klasifikasi

Berdasarkan spektrumnya, bintang dibagi ke dalam 7 kelas utama yang dinyatakan dengan huruf O, B, A, F, G, K, M yang juga menunjukkan urutan suhu, warna dan komposisi-kimianya. Klasifikasi ini dikembangkan oleh Observatorium Universitas Harvard dan Annie Jump Cannon pada tahun 1920an dan dikenal sebagai sistem klasifikasi Harvard.

Untuk mengingat urutan penggolongan ini biasanya digunakan kalimat "Oh Be A Fine Girl Kiss Me". Dengan kualitas spektrogram yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah bilangan (0 hingga 9) yang mengikuti huruf. Sudah menjadi kebiasaan untuk menyebut bintang-bintang di awal urutan sebagai bintang tipe awal dan yang di akhir urutan sebagai bintang tipe akhir. Jadi, bintang A0 bertipe lebih awal daripada F5, dan K0 lebih awal daripada K5.

Kelas
Warna
Suhu Permukaan °C
Contoh
O
Biru
> 25,000
B
Putih-Biru
11.000 - 25.000
A
Putih
7.500 - 11.000
F
Putih-Kuning
6.000 - 7.500
G
Kuning
5.000 - 6.000
K
Jingga
3.500 - 5.000
M
Merah
<3,500
Pada tahun 1943, William Wilson Morgan, Phillip C. Keenan, dan Edith Kellman dari Observatorium Yerkes menambahkan sistem pengklasifikasian berdasarkan kuat cahaya atauluminositas, yang seringkali merujuk pada ukurannya. Pengklasifikasian tersebut dikenal sebagai sistem klasifikasi Yerkes dan membagi bintang ke dalam kelas-kelas berikut :
§  0 Maha maha raksasa
§  I Maharaksasa
§  II Raksasa-raksasa terang
§  III Raksasa
§  IV Sub-raksasa
§  V deret utama (katai)
§  VI sub-katai
§  VII katai putih
Umumnya kelas bintang dinyatakan dengan dua sistem pengklasifikasian di atas. Matahari kita misalnya, adalah sebuah bintang dengan kelas G2V, berwarna kuning, bersuhu dan berukuran sedang.
Diagram Hertzsprung-Russell adalah diagram hubungan antara luminositas dan kelas spektrum (suhu permukaan) bintang. Diagram ini adalah diagram paling penting bagi para astronom dalam usaha mempelajari evolusi bintang.

Evolusi

Struktur, evolusi, dan nasib akhir sebuah bintang sangat dipengaruhi oleh massanya. Selain itu, komposisi kimia juga ikut mengambil peran dalam skala yang lebih kecil.

Terbentuknya bintang

Bintang terbentuk di dalam awan molekul; yaitu sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (meskipun masih kurang rapat jika dibandingkan dengan sebuah vacuum chamber yang ada di Bumi). Awan ini kebanyakan terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Komposisi elemen dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang pada saat awal alam semesta.
Gravitasi mengambil peranan sangat penting dalam proses pembentukan bintang. Pembentukan bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul yang dapat memiliki massa ribuan kali matahari. Ketidakstabilan ini seringkali dipicu oleh gelombang kejut dari supernova atau tumbukan antara dua galaksi. Sekali sebuah wilayah mencapaikerapatan materi yang cukup memenuhi syarat terjadinya instabilitas Jeans, awan tersebut mulai runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri.
Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu awan molekul yang besar, kemudian terpecah menjadi konglomerasi individual. Hal ini didukung oleh pengamatan dimana banyak bintang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.
Begitu awan runtuh, akan terjadi konglomerasi individual dari debu dan gas yang padat yang disebut sebagai globula Bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali Matahari. Runtuhnya globula membuat bertambahnya kerapatan. Pada proses ini energi gravitasi diubah menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat. Ketika awan protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Bintang pra deret utama ini seringkali dikelilingi oleh piringan protoplanet. Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di inti 'terbakar' menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti bintang menyuplai cukup energi untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.


Akhir sebuah bintang

Ketika kandungan hidrogen di teras bintang habis, teras bintang mengecil dan membebaskan banyak panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar bintang yang masih banyak hidrogen mengembang dan bertukar warna merah dan disebut bintang raksaksa merah yang dapat mencapai 100 kali ukuran matahari sebelum membentuk bintang kerdil putih. Sekiranya bintang tersebut berukuran lebih besar dari matahari, bintang tersebut akan membentuk superraksaksa merah. Superraksaksa merah ini kemudiannya membentuk Nova atauSupernova dan kemudiannya membentuk bintang neutron atau Lubang hitam.

QueenAstar